Beranda » Kades Kuncir, Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Hingga Rugikan Negara Ratusan Juta
Kades Kuncir

Kades Kuncir, Diduga Lakukan Tindak Pidana Korupsi Hingga Rugikan Negara Ratusan Juta

Desaku ( Demak )

Kepala (Kades) Kuncir, Wonosalam, Kabupaten Demak, berinisial AT ditangkap petugas Satreskrim Demak.

Kades Kuncir,  diduga melakukan tindak pidana korupsi dana tahun 2021 dan 2022 hingga merugikan negara sebesar Rp. 220 juta.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/keputusan-gubernur-jawa-tengah-tentang-lokasi-dan-alokasi-bantuan-keuangan/

Wakapolres Demak, Kompol Andy Setiawan, mengatakan AT merupakan kades terpilih periode 2016-2022. Di mana pada tahun 2021, tersangka AT meminta uang kepada bendahara untuk dikelola dalam bentuk pembangunan, namun dana tersebut tidak digunakan semestinya dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Hasil dari penyelidikan, AT diketahui melakukan tindak pidana korupsi dengan tidak melakukan pembangunan dengan sebenarnya,” kata Andy saat konferensi pers di Mapolres Demak, Rabu (12/7/2023).

Modus yang dilakukannya yakni melakukan pengelolaan dana tahun anggaran 2021 dan 2022 tidak dilaksanakan secara tertib, serta pelaksana kegiatan tidak ditunjuk dan difungsikan sesuai ketentuan.

“AT melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri dengan menggunakan SILPA tahun 2021 sebesar Rp. 25 juta dan tahap I tahun 2022 sebesar Rp. 195 juta,” ungkapnya.

Dikatakan Andy, dari pemeriksaan sementara, uang yang dikorupsi oleh AT digunakannya untuk usaha menanam bawang merah, namun AT mengalami kerugian dan tidak bisa mengembalikan tersebut.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/kepala-desa-miliki-peran-penting-dalam-pencegahan-dan-penanganan-stunting-balita/

Saat ini tersangka AT juga terjerat kasus perjudian. Penyidik masih melakukan pendalaman mengenai aliran penggunaan tersebut.

“Sejauh ini tersangka mengaku uang digunakan untuk kepentingan menanam bawang merah. Selain itu, yang bersangkutan juga sedang menjalani proses hukum kasus perjudian. Maka dari itu penyidik masih mendalami aliran dana yang digunakan tersangka AT,” pungkasnya. ( *** ) 

Tinggalkan Balasan