Beranda » Kasus Dugaan Pemerasan 3 Oknum Wartawan Dalam Proses Penanganan di Polres Brebes
Oknum Wartawan

Kasus Dugaan Pemerasan 3 Oknum Wartawan Dalam Proses Penanganan di Brebes

Desaku ( Brebes )

Kasus dugaan pemerasan terhadap seorang warga yang dilakukan 3 oknum wartawan di Paguyangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis (21/09/23) lalu, saat ini sudah dilimpahkan ke Satreskrim Brebes dan ketiganya sudah ditahan di Brebes.

Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq melalui Kapolsek Paguyangan AKP Sunarto mengatakan Ketiga oknum wartawan itu adalah Tarsono (53) warga Tengguli Tanjung, yang mengantongi id card dari Media Nasional Mitra Mabes. Kemudian Kuswanto (64) warga Kranggan Pekuncen Kabupaten Banyumas, yang mengaku sebagai dari Lintas Nasional, seperti yang tertera pada Id Card yang dibawanya.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/ratusan-tersangka-pelaku-pencurian-diringkus-polda-jawa-tengah-dari-siakt-jaran-candi/

Satu oknum wartawan lainnya, Kapolsek Paguyangan menambahkan, yakni Heru Mustofa (51), warga Kretek Paguyangan. Dia membawa Id Card Patroli.

“Akibat perbuatannya, ketiga tersangka kini dikenakan Pasal 368 dan Pasal 369 junto 378 dengan ancaman kurungan 4 tahun penjara,” kata AKP Sunarto, didampingi KBO Satreskrim Brebes Iptu Puji Haryati, Kamis (05/10/23) siang.

Sebelumnya, tiga oknum wartawan diamankan warga , Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (21/09/23) malam setelah kepergok melakukan pemerasan terhadap warga.

Para oknum wartawan awalnya mempermasalahkan beberapa warga yang menggunakan air untuk menyiram tanaman saat musim kemarau.

Diperoleh dari berbagai sumber, Kepala , Irwan Susanto saat dihubungi melalui telefon selulernya membeberkan kronologi kejadian. Irwan menjelaskan bahwa tiga wartawan itu dikepung karena diketahui melakukan pemerasan warga. Selanjutnya beber dia, tiga oknum diarak keliling kampung untuk dibawa ke kantor desa.

Dugaan pemerasan beber kades, bermula saat oknum wartawan mendatangi rumah warga Desa berinisial W. Mereka mempermasalahkan warga desa ini karena menggunakan air untuk menyiram tanaman.

Oknum Wartawan itu juga mrngintimidasi warga dengan menunjukkan pasal pasal terkait soal penggunaan air saat kemarau.

“Warga dipermasalahkan karena menggunakan air untuk menyiram tanaman. Untuk menakut nakuti warga, ditunjukkan pasal pasalnya. Karena takut, warga sepakat memberikan Rp 4 juta kepada oknum wartawan tersebut,” kata Irwan, Jumat (22/09/23) lalu

Tidak berhenti sampai disitu, oknum wartawan tersebut kembali melancarkan aksinya pada Senin (18/9/2023) lalu. Mereka mendatangi warga rumah warga bernama Sakyo (57).

Dengan membawa masalah yang sama, warga dimintai uang Rp 15 juta. Dengan alasan tidak punya cukup uang, korban hanya mampu membayar Rp 10 juta dan langsung memberikan panjer Rp 2 juta. Sisanya yang Rp 8 juta akan dibayar selanjutnya. Alih alih akan dapat uang kekurangan, mereka justru dikepung oleh warga dan diarak. Warga mengaku geram terhadap tindakan mereka.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/kegiatan-perbaikan-rumah-tidak-layak-huni-desa-lebakgowah-dan-desa-lebaksiu-lor/

“Minta Rp 15 juta kemudian deal Rp 10 juta, namun baru DP Rp 2 juta. Sisanya dijanjikan hari Kamis tanggal 21 September 2023.

Saat mereka datang untuk menagih uang sisanya Rp 8 juta. Warga geram akhirnya dikepung lalu diarak ratusan warga ke balai desa dan diserahkan ke Polsek Paguyangan,” pungkasnya ( *** )

Tinggalkan Balasan