Beranda » Masjid Darussalam, Icon Baru Desa Kepunduhan Diresmikan Ganjar Pranowo
Masjid Darussalam

Masjid Darussalam, Icon Baru Kepunduhan Diresmikan Ganjar Pranowo

Desaku ( Slawi )

Masjid Darussalam di Kepunduhan, Kramat, Kabupaten Tegal, Penggunaannya diresmikan Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Selasa, 4 Juli 2023.

Masjid tersebut dibangun dari swadaya masyarakat senilai Rp 4 miliar yang dihimpun Kepala Kepunduhan Yudha Kurniawan, bersama seluruh warga.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/kades-kuncir-diduga-lakukan-tindak-pidana-korupsi-dana-desa-hingga-rugikan-negara-ratusan-juta/

“Sebenarnya saya sudah menunda beberapa kali dengan Pak Kades, ini luar biasa jadi membangun masjid dengan swadaya masyarakat kurang lebih (dana) Rp 4 miliar,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7/2023).

Ganjar mengungkapkan undangan untuk meresmikan Masjid Darussalam telah disampaikan kepala sejak lama. Namun, Ganjar yang sedang ada kunjungan kerja di Kabupaten Tegal, tidak lupa untuk hadir dan meresmikan langsung masjid yang menjadi kebanggaan warga itu.

“Dari dulu beliau menginginkan saya hadir untuk bisa meresmikan, alhamdulillah baru kali ini. Saya sampai berkali-kali mohon maaf batal. Hari ini pas bisa bareng salat Zuhur berjemaah bersama warga, ini masyarakat antusias sekali,” ungkap Ganjar.

Dengan berdirinya Masjid Darussalam, Ganjar berharap dapat menjadi wadah kegiatan keagamaan masyarakat dari berbagai kalangan warga, serta dapat menjadi berkah dan manfaat untuk seluruh masyarakat.

Masjid Darussalam

“Masjidnya bagus sekali mudah-mudahan bisa menjadi pusat dakwah yang selalu menyejukkan semuanya, maka titip ya. Mudah-mudahan barokah dan manfaat,” tutup Ganjar.

Sementara, Kepala Kepunduhan Yudha Kurniawan SH mengucapkan syukur masjid yang dibangun sejak 24 Agustus 2017 itu, bisa diresmikan oleh Jateng.

Dia menuturkan, peletakan batu pertama masjid tersebut, kala itu dilakukan oleh Bupati Tegal Enthus Susmono.

Pembangunan masjid ini menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Anggaran itu bersumber dari warga setempat dengan sistem jimpitan atau iuran. Setiap kepala keluarga (KK) yang kategori kelas 1 dikenakan iuran Rp150 ribu per bulan. Kemudian kelas 2 Rp100 ribu per bulan. Sedangkan kelas 3 hanya Rp 50 ribu per bulan.

Baca Juga : https://desaku.slawiraya.com/keputusan-gubernur-jawa-tengah-tentang-lokasi-dan-alokasi-bantuan-keuangan/

Meski demikian, iuran itu tidak wajib. Bagi warga yang sedang merantau di luar kota, juga bisa memberikan sumbangan.

Masjid ini mampu menampung sekitar 600 orang jamaah. Ada dua lantai.

“Semoga masjid ini mampu menjadi tempat ibadah yang nyaman untuk masyarakat dan tempat kegiatan syiar agama Islam di Desa Kepunduhan,” kata Yudha. ( *** ) 

Tinggalkan Balasan