Beranda » Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2023 Di Kabupaten Tegal, Ini Yang Unik.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Serentak Tahun 2023 Di Kabupaten Tegal, Ini Yang Unik.

Desaku ( Slawi )

Pelaksanaan Serentak di 47 di Kabupaten Tegal pada tanggal 11 Oktober 2023 nanti akan menjadi ajang pemilihan demokratis warga untuk memilih pemimpin birokrasi pemerintah desanya.

Kontestasi enam tahunan ini tentunya sangat menarik minat banyak pihak dan melibatkan massa dalam jumlah besar.

Baca juga: https://desaku.slawiraya.com/kasus-dugaan-pemerasan-3-oknum-wartawan-dalam-proses-penanganan-di-polres-brebes/

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tegal nomor 476 tahun 2023, pemilihan kepala serentak gelombang pertama tahun 2023 akan diikuti oleh 47 .

Dari sekian banyak peserta , Slawi Kulon Slawi, menjadi Desa terunik dalam kontestasi Kali ini.

Pilkades slawi
Ketua panitia ( berkacamata )

Ditemui disela kesibukannya, Kelik Warga RT 03 RW 02 menyampaikan Kades terakhir hasil habis SK nya, sekitar tahun 2010, yang dijabat oleh Sutarno, BA ( Alm )

Sutarno, BA ( alm ). Menurut kelik Warga RT 03 RW 02, Kepala Desa terakhir hasil di Slawi kulon, SK nya habis pada sekitar tahun 2010.

” Kades terakhir, hasil Pilkades Slawi kulon, adalah Bapak Sutarno, BA ( Alm ), SK nya habis pada sekitar tahun 2010. ” Kata Kelik.

Ditempat yang sama, Ketua panitia Pilkades Desa Slawi Kulon, Fajar Sigit Kusuma jaya, menyampaikan antusiasme warga yang sangat besar.

Pillkades
Warga tengah mengambil undangan

Menurutnya, hal ini terbukti dengan, saat sosialisasi Pilkades serentak, dikhawatirkan minim peminat, yang terjadi justru, pendaftarnya berjumlah 8 orang. Hal ini mengakibatkan panitia Pilkades harus menganulir 3 bakal calon.

” Sekitar 11 tahun tidak ada pilkades, begitu dinyatakan tahun 2023 desa slawi kulon bisa ikut pelaksanaan pilkades serentak, antusiasme warga sangat baik sekali ” Kata Fajar.

Baca juga :https://desaku.slawiraya.com/ratusan-tersangka-pelaku-pencurian-diringkus-polda-jawa-tengah-dari-siakt-jaran-candi/

Fajar menambahkan, hal ini juga dapat dilihat dari balon cakades Slawi Kulon ada 8 orang, sehingga harus dilakukan penyaringan dan pembobotan jadi 5 orang.

Antusiasme warga juga dapat dilihat dari banyaknya warga yang meminta ijin dispensasi dari tempat kerjanya, untuk dapat menggunakan hak pilihnya Pungkas Fajar. ( *** )

Tinggalkan Balasan